Pasarnarasi.com – Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menegaskan pemerintah bergerak cepat dalam menangani darurat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut). Dalam pernyataan resminya, Prabowo menekankan bahwa keselamatan warga terdampak menjadi prioritas utama, sekaligus memastikan koordinasi antarinstansi pemerintah berjalan maksimal untuk menekan risiko kerugian lebih besar.
Bencana yang melanda wilayah-wilayah tersebut berupa kombinasi banjir, longsor, dan angin kencang yang memicu kerusakan infrastruktur dan pemukiman. Ribuan warga terdampak, sementara akses ke sejumlah desa dan kota menjadi terbatas. Dalam kondisi seperti ini, respons cepat pemerintah menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi.
Prabowo menegaskan, pemerintah telah membentuk tim tanggap darurat yang terdiri dari TNI, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), dan instansi terkait lainnya. Sinergi antar lembaga ini memastikan penyaluran bantuan, evakuasi warga, dan perbaikan infrastruktur berjalan secara cepat dan efisien.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan rakyat. Evakuasi dilakukan secara terstruktur, bantuan logistik disiapkan, dan setiap laporan di lapangan langsung ditindaklanjuti,” ujar Prabowo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/11/2025).
Selain itu, pemerintah daerah juga dilibatkan secara penuh dalam proses koordinasi, memastikan setiap kebijakan dan aksi lapangan sesuai dengan kondisi lokal. Teknologi komunikasi dan sistem informasi bencana digunakan untuk memantau wilayah terdampak dan mempermudah pengambilan keputusan cepat.
Dalam situasi darurat, evakuasi menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan nyawa. Prabowo menjelaskan bahwa tim tanggap darurat telah mengevakuasi ribuan warga dari daerah yang rawan banjir dan longsor. Lokasi pengungsian sementara disiapkan dengan fasilitas dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat tidur darurat.
Bantuan logistik juga terus mengalir ke wilayah terdampak. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga sosial, organisasi kemanusiaan, dan relawan lokal untuk mendistribusikan bantuan secara merata. Hal ini penting untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi, terutama di wilayah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur.
“Distribusi bantuan harus cepat, tepat sasaran, dan merata. Setiap warga berhak mendapatkan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar,” kata Prabowo.
Selain evakuasi dan bantuan darurat, Prabowo menekankan pentingnya mitigasi bencana jangka pendek dan pemulihan infrastruktur. Jalan rusak, jembatan putus, dan jaringan listrik yang terganggu menjadi fokus tim pemulihan agar akses ke desa dan kota dapat segera normal kembali.
Pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap potensi bencana lanjutan, seperti hujan lebat yang dapat memicu banjir susulan atau longsor tambahan. Tim teknis BNPB bersama BPBD memetakan wilayah rawan untuk mengambil langkah preventif, termasuk peringatan dini kepada warga dan penempatan tim tanggap darurat di titik-titik strategis.
Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo menegaskan peran aktif TNI dalam penanganan bencana. Prajurit TNI dari Kodam setempat dikerahkan untuk membantu evakuasi, distribusi logistik, serta pemulihan infrastruktur kritis. Kesiapsiagaan TNI menjadi faktor penting dalam mempercepat respons, terutama di wilayah terpencil yang sulit dijangkau.
“TNI tidak hanya fokus pada pertahanan negara, tetapi juga membantu rakyat saat bencana. Sinergi antara militer dan lembaga sipil membuat penanganan lebih efektif,” ujarnya.
Keselamatan warga menjadi perhatian utama dalam setiap keputusan dan aksi pemerintah. Prabowo menekankan bahwa seluruh upaya, mulai dari evakuasi hingga bantuan logistik, diarahkan untuk melindungi nyawa warga terdampak.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan darurat, termasuk tim medis mobile yang dapat menjangkau lokasi terpencil. Vaksinasi dan pengobatan penyakit menular juga menjadi prioritas, mengingat kondisi lingkungan yang rawan penyakit pasca-bencana.
Prabowo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanganan bencana. Dukungan dari relawan, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat luas sangat membantu pemerintah mempercepat pemulihan. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana menjadi kunci agar dampak bencana di masa mendatang dapat diminimalkan.
“Kita semua memiliki peran. Selain pemerintah, masyarakat juga harus sigap, siap menolong sesama, dan mengikuti arahan tim tanggap darurat,” katanya.
Darurat bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut menuntut respons cepat, koordinasi lintas instansi, serta fokus pada keselamatan warga. Prabowo menegaskan pemerintah bergerak cepat melalui:
- Evakuasi warga terdampak dan penyediaan pengungsian darurat
- Distribusi bantuan logistik dan kebutuhan dasar secara merata
- Pemulihan infrastruktur kritis dan mitigasi bencana lanjutan
- Kesiapsiagaan TNI dan tim tanggap darurat di wilayah terdampak
- Dukungan masyarakat dan relawan untuk mempercepat pemulihan
Melalui langkah-langkah ini, pemerintah memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama, sekaligus menunjukkan bahwa koordinasi yang baik dapat meminimalkan dampak bencana dan mempercepat proses pemulihan di wilayah Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Dengan respons cepat dan strategi terpadu, diharapkan masyarakat dapat melalui masa darurat ini dengan aman, serta memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi secara bertahap. Pemerintah menekankan bahwa kesiapsiagaan dan solidaritas menjadi kunci menghadapi bencana di masa depan.