Pasarnarasi.com – Ratusan buruh berkumpul di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis pagi, untuk menyuarakan tuntutan revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta dan Jawa Barat (Jabar). Aksi ini berlangsung penuh semangat, mendapat perhatian luas dari media, publik, dan pengawasan ketat aparat keamanan setempat.
Massa Buruh Tumpah di Monas
Sejak pukul 08.00 WIB, massa buruh dari berbagai serikat pekerja mulai memadati Monas. Mereka membawa spanduk, poster, dan atribut yang menyuarakan tuntutan agar pemerintah provinsi meninjau kembali kebijakan UMP 2026. Aksi ini merupakan bentuk aspirasi buruh yang menginginkan upah layak sesuai kebutuhan hidup layak dan inflasi yang meningkat.
“Kami datang untuk menyampaikan suara buruh. Kami berharap pemerintah mendengar dan segera meninjau ulang UMP Jakarta dan Jabar agar sesuai dengan kebutuhan kami,” ujar salah seorang koordinator aksi.
Tuntutan Revisi UMP
Para peserta aksi menekankan bahwa kenaikan UMP selama ini belum mencukupi kebutuhan hidup layak. Mereka menuntut penyesuaian yang lebih adil agar pekerja bisa memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pangan, kesehatan, dan pendidikan. Selain itu, mereka juga meminta agar proses revisi UMP dilakukan secara transparan, melibatkan serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah provinsi.
Suasana Demo Penuh Semangat
Meskipun cuaca panas dan padatnya kerumunan, para buruh tetap menunjukkan semangat tinggi. Orasi bergantian dari para koordinator aksi membakar semangat peserta, sementara lagu-lagu perjuangan buruh dan teriakan slogan menggema di kawasan Monas. Massa juga membentuk barisan rapi untuk menjaga ketertiban, menunjukkan bahwa aksi ini bersifat damai.
Perhatian Media dan Publik
Aksi buruh ini mendapatkan sorotan luas dari media nasional dan lokal. Banyak jurnalis dan fotografer yang meliput secara langsung, menyoroti tuntutan revisi UMP dan semangat massa yang hadir. Publik di media sosial pun ramai membahas aksi ini, mendukung sebagian tuntutan buruh dan meminta pemerintah memperhatikan aspirasi mereka.
Pengamanan Ketat Aparat
Aparat keamanan dikerahkan untuk memastikan demo berjalan aman. Polisi dan petugas keamanan Monas terlihat mengatur arus lalu lintas, memantau kerumunan, dan menjaga agar aksi tetap damai. Tidak ada insiden besar yang dilaporkan hingga siang hari, menunjukkan koordinasi yang baik antara peserta aksi dan aparat.
Pesan Koordinator Aksi
Koordinator aksi menegaskan, tujuan utama demo ini adalah untuk menyuarakan aspirasi buruh, bukan untuk menimbulkan kerusuhan. Mereka berharap pemerintah provinsi mendengarkan tuntutan revisi UMP dengan serius dan melakukan dialog terbuka.
“Kami datang dengan damai dan tertib. Ini tentang hak buruh untuk mendapatkan upah yang layak, bukan tentang kerusuhan. Kami percaya aspirasi kami akan didengar,” tegas koordinator tersebut.
Aksi buruh di Monas menuntut revisi UMP Jakarta dan Jabar berlangsung penuh semangat, damai, dan tertib, mendapatkan perhatian luas dari media dan publik. Pengawasan ketat aparat keamanan memastikan demo berjalan lancar tanpa insiden. Demonstrasi ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memperhatikan aspirasi buruh dan melakukan dialog terbuka demi keadilan dan kesejahteraan pekerja di Ibu Kota dan sekitarnya.
