Pidato Tahun Baru 2026 Xi Jinping Puji Kemajuan Teknologi China

Pidato Tahun Baru 2026 Xi Jinping Puji Kemajuan Teknologi China

Pasarnarasi.comDalam pidato Tahun Baru 2026 yang disiarkan televisi secara nasional pada malam 31 Desember 2025, Presiden China Xi Jinping memaparkan visi strategis negaranya untuk tahun baru dengan menekankan pencapaian teknologi maju sekaligus menegaskan kembali ambisi Beijing terhadap Taiwan di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.

Pidato Xi datang pada momen penting ketika China memasuki awal Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), periode baru bagi pembangunan ekonomi, teknologi, dan pengaruh globalnya. Dalam sambutannya, Xi menegaskan bahwa inovasi akan menjadi pilar utama pembangunan nasional, dan kemajuan dalam bidang teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, teknologi militer, serta eksplorasi luar angkasa mencerminkan kekuatan negara yang terus tumbuh.

“Sains dan teknologi adalah kekuatan produktif primer,” ujar Xi, menggarisbawahi tekad China untuk mempercepat kapasitas inovasi domestik di tengah tantangan ekspor teknologi dari negara-negara pesaing, terutama Amerika Serikat.

China telah mengalokasikan sumber daya besar untuk memperkuat industri semikonduktor dan model AI, serta meningkatkan kemandirian teknologi sebagai respons terhadap pembatasan-ekspor global.

Xi membanggakan capaian-capaian tersebut sebagai bukti “kemajuan signifikan dalam kekuatan nasional komprehensif” China, termasuk pengembangan radar canggih, robot humanoid, dan proyek-proyek infrastruktur besar seperti pembangkit listrik tenaga air yang canggih.

Ia menyerukan agar rakyat menjaga momentum inovasi dan terus meningkatkan kualitas kehidupan melalui integrasi teknologi dengan perekonomian dan masyarakat.Namun pidato tersebut tidak hanya berfokus pada prestasi teknologi. Xi juga secara tegas menegaskan kembali posisi politik Beijing terhadap Taiwan, yang diklaim oleh China sebagai bagian tak terpisahkan dari tanah airnya.

Dalam sambutannya, Xi menyebut “reunifikasi dengan Taiwan” sebagai “tren zaman yang tak terbendung,” sebuah pernyataan yang memperkuat sikap keras China terhadap status pulau yang memiliki pemerintahan sendiri ini.

Pernyataan Xi ini datang di tengah latihan militer besar-besaran yang dilakukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di sekitar Selat Taiwan, yang dilihat sebagai sinyal tekanan militer terhadap Taipei dan sekutu-sekutu internasionalnya. Aktivitas militer tersebut dipicu, menurut analis, oleh persetujuan penjualan senjata signifikan oleh Amerika Serikat ke Taiwan, yang meningkatkan ketegangan antara Washington dan Beijing.

Reaksi dari Taiwan cepat muncul. Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengecam latihan militer dan retorika reunifikasi Xi sebagai “provokatif dan berpotensi mengganggu stabilitas regional.”

Pemerintah Taipei menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan, sambil berjanji untuk meredam eskalasi konflik melalui diplomasi. Para sekutu demokrasi di kawasan, termasuk negara-negara lain di Asia-Pasifik, juga menyatakan keprihatinan atas retorika keras tersebut, memperingatkan bahwa ketegangan di Selat Taiwan dapat berdampak luas.

Secara domestik, pidato Xi juga menekankan pentingnya pembangunan kesejahteraan sosial dan pertumbuhan berkualitas tinggi. Dia mengapresiasi peran rakyat China dalam pencapaian target ekonomi lima tahun sebelumnya, termasuk pencapaian pertumbuhan produk domestik bruto yang kuat dan peningkatan standar hidup di banyak wilayah. Xi menekankan bahwa fokus pada inovasi bukan hanya strategi ekonomi, tetapi juga cara untuk memperluas pengaruh global China dalam perdagangan, budaya, dan diplomasi.

Para analis politik menyatakan bahwa pidato Tahun Baru ini mencerminkan keseimbangan strategi Beijing: memperkuat posisi dalam persaingan teknologi global, sambil mempertahankan klaim teritorialnya dengan tekad tinggi. Perubahan-perubahan geopolitik besar, termasuk dinamika hubungan AS-China dan peran aktor-aktor lain di Asia Timur, diperkirakan akan menjadi faktor krusial dalam menentukan arah kebijakan luar negeri China di tahun-tahun mendatang.

Kesimpulannya, pidato Tahun Baru 2026 oleh Xi Jinping tidak hanya merayakan prestasi teknologi China, tetapi juga memberikan sinyal kuat tentang prioritas strategis negara itu: memperkuat dominasi teknologi dan memperjuangkan reunifikasi Taiwan sebagai bagian dari visi nasional yang lebih luas. Pesan ini, yang disampaikan di awal periode pembangunan penting baru, diperkirakan akan berdampak besar pada dinamika politik dan keamanan regional di Asia-Pasifik.