Pasarnarasi.com – Dalam upaya meningkatkan keterbukaan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas bahan bakar minyak (BBM), PT Pertamina (Persero) mengundang sejumlah pemimpin redaksi media massa nasional untuk meninjau secara langsung operasional dan keandalan Integrated Terminal Jakarta (ITJ) Plumpang, Jumat (13/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa proses distribusi BBM berjalan aman, andal, dan sesuai standar kualitas yang berlaku.
ITJ Plumpang merupakan salah satu simpul utama distribusi energi nasional. Terminal ini mencakup tiga fasilitas Fuel Terminal Plumpang, Fuel Terminal Tanjung Priok, dan LPG Terminal Tanjung Priok dengan kapasitas penyimpanan hingga 300 ribu kiloliter. Terminal BBM ini melayani lebih dari 120 lembaga penyalur dan diperkirakan menyumbang sekitar 20 % dari total distribusi BBM nasional, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menegaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menunjukkan proses pengendalian mutu BBM kepada publik melalui media massa. Ia menekankan bahwa produk BBM yang diterima konsumen di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) telah melalui tahapan pemeriksaan yang sangat ketat sejak dari kilang hingga distribusi di lapangan.
“Kami mengajak pemimpin redaksi untuk melihat langsung bagaimana Pertamina memastikan produk BBM yang diterima masyarakat, yang ada di SPBU, telah melalui proses tahapan pemeriksaan yang sangat ketat dan diawasi langsung oleh seluruh lapisan tim di ITJ,” ujar Arya saat memberikan penjelasan kepada para jurnalis.
Sistem Pengendalian Mutu dan Teknologi Uji BBM
Dalam tur yang dipandu oleh manajemen terminal, para pemimpin redaksi diperkenalkan pada berbagai tahapan penting dalam proses quality control BBM. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan teknologi canggih berupa CFR Engine (Cooperative Fuel Research) di laboratorium BBM milik Pertamina Patra Niaga. Alat ini digunakan untuk mengukur nilai kandungan RON (Research Octane Number), yang menjadi indikator utama kualitas bahan bakar, termasuk ketahanannya terhadap knocking atau detonan dalam mesin kendaraan.
CFR Engine bekerja sesuai standar internasional ASTM D‑6299, memungkinkan pemeriksaan kualitas bahan bakar dalam kondisi pembakaran yang dikontrol secara ketat. Dengan teknologi ini, Pertamina dapat memastikan bahwa bensin seperti Pertalite, Pertamax, dan produk BBM lainnya memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan pemerintah dan aman digunakan.
Manajer Integrated Terminal I Nyoman Adi Pradana juga menjelaskan kepada peserta kunjungan bahwa proses distribusi BBM di terminal dimulai dari penerimaan produk BBM dari kilang, melalui metering system yang akurat, lalu dipindahkan ke filling shed sebelum dimuat ke mobil tangki untuk didistribusikan ke SPBU dan lembaga penyalur lain. Seluruh proses diawasi secara berlapis untuk menjamin tidak ada kontaminasi atau penyimpangan kualitas di setiap tahapnya.
Transparansi dan Keterbukaan Informasi
Inisiatif mengundang pemimpin redaksi untuk melihat langsung operasi terminal dianggap sebagai langkah strategis Pertamina dalam memperkuat transparansi perusahaan kepada publik. Dalam beberapa tahun terakhir, isu terkait stok BBM dan distribusi sering menjadi sorotan media, sehingga keterlibatan langsung para jurnalis diharapkan membantu penyebaran informasi yang akurat dan komprehensif.
Selain itu, Pertamina menegaskan bahwa pengawasan kualitas tidak hanya dilakukan di awal distribusi, tetapi terus berjalan hingga produk sampai di tangan konsumen. Prosedur ini mencakup pemeriksaan densitas, deteksi kandungan air di tangki timbun, pengambilan sampel rutin, hingga pengawasan alat ukur di setiap SPBU yang menjadi ujung distribusi BBM.
Arif Yunianto, Direktur Armada Logistik di Pertamina Patra Niaga, mengatakan bahwa standar operasional yang ketat di terminal juga berbasis pada aspek keselamatan dan keandalan operasional, selain menjaga kualitas produk. Menurutnya, hal ini sangat penting karena ITJ Plumpang merupakan objek vital nasional yang menjadi tulang punggung distribusi energi.
Peran Penting bagi Ketahanan Energi Nasional
Kunjungan ini juga menjadi momen penting untuk membahas bagaimana terminal BBM seperti Plumpang ikut berkontribusi dalam ketahanan energi nasional, terutama menjelang periode permintaan yang tinggi seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Pertamina berharap kegiatan ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang operasional hilir mereka dan memperkuat sinergi dengan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dengan membuka fasilitas pemasaran dan teknologi pengujian kepada media massa, Pertamina menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu produk, keandalan distribusi BBM, serta transparansi operasional, yang semuanya memainkan peran penting dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan aman dan terpercaya.
