Kisah Rosid Slameto, Mengembangkan Bisnis Sajadah Traveling Custom hingga Pasar Jepang

Kisah Rosid Slameto, Mengembangkan Bisnis Sajadah Traveling Custom hingga Pasar Jepang

Pasar NarasiSemangat kewirausahaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia kembali menunjukkan hasil yang membanggakan. Salah satunya datang dari Rosid Slameto, pengusaha asal Yogyakarta yang berhasil mengembangkan bisnis sajadah traveling custom hingga menembus pasar internasional, termasuk Jepang. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global melalui inovasi dan strategi yang tepat.

Usaha sajadah custom yang digeluti Rosid sebenarnya tergolong baru. Ia mulai merintis bisnis tersebut pada Maret 2023 setelah sebelumnya menjalankan usaha percetakan konvensional sejak 2013. Perubahan arah bisnis tersebut berawal dari kejelian Rosid melihat peluang pasar yang masih terbuka lebar di industri perlengkapan ibadah.

Dengan latar belakang pengalaman di bidang desain dan percetakan, Rosid memanfaatkan keahliannya untuk menciptakan produk sajadah yang berbeda dari produk pada umumnya. Ia menghadirkan konsep sajadah traveling yang praktis dan mudah dibawa ke mana saja, sehingga cocok bagi pengguna yang sering bepergian.

Sajadah buatannya dirancang agar dapat dilipat hingga berukuran kecil dan mudah disimpan di tas. Produk tersebut juga menggunakan bahan waterproof atau tahan air, sehingga lebih tahan terhadap kotoran dan mudah digunakan di berbagai tempat.

Tidak hanya dari segi fungsi, Rosid juga menghadirkan konsep desain custom yang memungkinkan pelanggan menyesuaikan motif, warna, hingga penempatan logo sesuai kebutuhan. Inovasi ini membuat produknya banyak diminati oleh perusahaan, komunitas, hingga agen perjalanan haji dan umrah yang membutuhkan sajadah sebagai suvenir atau merchandise.

Menurut Rosid, permintaan produk sajadah custom biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan. Pada periode tersebut, kapasitas produksi bisa meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Jika pada hari normal produksinya berkisar 150 hingga 200 lembar per hari, maka saat Ramadan jumlahnya dapat meningkat secara signifikan.

Lonjakan permintaan ini tidak hanya datang dari pasar domestik. Seiring berkembangnya usaha, produk sajadah traveling custom milik Rosid juga mulai diminati pasar luar negeri. Beberapa negara yang pernah menjadi tujuan pengiriman produknya antara lain Malaysia, Singapura, hingga Jepang.

Permintaan dari Jepang sendiri dinilai cukup menjanjikan. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya jumlah komunitas Muslim serta pembangunan masjid di negara tersebut. Kondisi tersebut membuka peluang baru bagi produk perlengkapan ibadah, termasuk sajadah.

Dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional, Rosid terus berinovasi pada desain produknya. Ia mengungkapkan bahwa desain minimalis menjadi salah satu gaya yang banyak diminati oleh pelanggan luar negeri. Selain itu, motif ornamen bergaya Turki yang menyerupai pola keramik klasik juga mulai menjadi tren di kalangan pembeli.

Harga produk yang ditawarkan pun cukup kompetitif, yakni berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per lembar tergantung bahan serta aksesori tambahan yang digunakan. Dengan harga tersebut, produk sajadah custom miliknya mampu bersaing dengan produk sejenis di pasar global.

Meski kini usahanya mulai berkembang pesat, perjalanan bisnis Rosid tidak selalu berjalan mulus. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan usaha adalah memperkenalkan konsep produk baru kepada pasar. Edukasi kepada konsumen membutuhkan waktu agar produk custom seperti sajadah traveling dapat diterima secara luas.

Saat ini bisnis yang dirintisnya telah berkembang dan melibatkan sekitar 10 karyawan dalam proses produksi. Bagi Rosid, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Keberhasilan Rosid Slameto menembus pasar internasional menjadi contoh nyata bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing secara global. Dengan inovasi produk, pemanfaatan teknologi pemasaran digital, serta konsistensi dalam menjaga kualitas, produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Kisah ini juga menjadi inspirasi bagi banyak pelaku UMKM di Indonesia untuk terus berinovasi dan berani menembus pasar internasional. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, kreativitas dan ketekunan menjadi kunci penting bagi usaha kecil untuk berkembang dan membawa nama Indonesia ke panggung dunia.