Pasarnarasi.com – Banjir kembali melanda ibu kota, merendam ratusan Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan utama, mengganggu mobilitas warga serta aktivitas ekonomi. Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit air di sungai dan saluran drainase meluap, memicu banjir di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, hingga Sabtu pagi, tercatat 125 RT terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 cm hingga lebih dari 1 meter. 14 ruas jalan protokol dan akses utama juga tergenang, termasuk Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan DI Panjaitan, dan beberapa ruas di kawasan Jakarta Timur dan Selatan.
“Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi dan drainase yang belum mampu menampung volume air,” kata Kepala BPBD DKI Jakarta, Andi Syahputra. “Kami sudah menurunkan tim penanganan darurat, perahu karet, dan pompa air ke lokasi terdampak untuk mempercepat evakuasi dan mengurangi genangan.”
Dampak Banjir terhadap Warga dan Aktivitas
Banjir parah membuat akses transportasi darurat dan publik terganggu. Sejumlah angkutan umum, termasuk TransJakarta dan commuter line, mengalami penundaan atau jalur dialihkan. Warga yang tinggal di daerah rendah, seperti Cakung, Cipinang, dan beberapa wilayah di Jakarta Selatan, dilaporkan harus mengungsi ke posko pengungsian sementara.
Selain itu, banyak rumah warga yang terendam, beberapa kendaraan bermotor terendam air, dan kegiatan ekonomi lokal seperti pasar tradisional serta toko-toko kecil ikut terdampak. Sekolah dan kantor di beberapa wilayah diliburkan sementara untuk keselamatan warga.
Seorang warga di Jakarta Timur, Ibu Sari (45), mengaku kewalahan menghadapi banjir,”Air naik terlalu cepat. Kami hanya sempat menyelamatkan barang-barang penting. Posko pengungsian menjadi satu-satunya tempat aman bagi keluarga saya saat ini.”
Penanganan Darurat oleh Pemerintah
Pemerintah DKI Jakarta telah menyiagakan tim gabungan BPBD, Dinas Sosial, Satpol PP, dan TNI/Polri untuk membantu evakuasi warga terdampak dan mendirikan posko pengungsian di sekolah dan masjid. Tim SAR menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga di kawasan yang terdampak parah.
Selain itu, pompa air dan truk tangki diterjunkan untuk mengurangi genangan di ruas jalan protokol, agar arus transportasi tetap lancar dan risiko kendaraan terendam bisa diminimalkan. Pemerintah juga menyiapkan bantuan logistik, termasuk makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan medis darurat untuk warga pengungsian.
“Prioritas kami saat ini adalah menyelamatkan warga terdampak dan memastikan pasokan logistik terpenuhi,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Rahman. “Selain itu, kami akan melakukan pemetaan titik rawan banjir untuk antisipasi jangka panjang.”
Prediksi Cuaca dan Upaya Pencegahan
BMKG memprediksi curah hujan masih tinggi hingga akhir pekan, sehingga potensi banjir masih ada. Pemerintah menghimbau warga untuk tetap waspada, memantau informasi resmi, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain penanganan darurat, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mempercepat proyek normalisasi sungai, pengerukan saluran drainase, dan pembangunan tanggul darurat untuk meminimalkan risiko banjir di masa depan.
Banjir yang melanda Jakarta kali ini kembali menunjukkan tantangan kota metropolitan dalam menghadapi curah hujan ekstrem dan sistem drainase yang masih terbatas. Dengan 125 RT dan 14 ruas jalan terdampak, pemerintah terus bergerak cepat melakukan evakuasi, bantuan logistik, dan penanganan darurat. Warga diminta tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan memprioritaskan keselamatan diri serta keluarga.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak terkait manajemen risiko bencana dan kesiapsiagaan kota untuk menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di Jakarta.
