Emiten Properti Ini Ketiban Untung dari Pertumbuhan Industri E-Commerce

Emiten Properti Ini Ketiban Untung dari Pertumbuhan Industri E-Commerce

Pasarnarasi.comPertumbuhan pesat e‑commerce global terus mengubah lanskap industri properti, menciptakan peluang besar bagi emiten yang menanamkan modal di sektor pergudangan, logistik, dan properti komersial premium. Dengan lonjakan permintaan ruang distribusi dan fasilitas yang mendukung rantai pasok digital, banyak pengembang properti menikmati keuntungan signifikan di tengah ledakan belanja online yang tidak menunjukkan tanda perlambatan.

Data terbaru menunjukkan bahwa permintaan ruang industri dan logistik mencapai rekor tertinggi di tahun 2025, sebagian besar dipicu oleh aktivitas e‑commerce dan kebutuhan penyimpanan yang semakin kompleks. Pada paruh pertama 2025, sektor industri dan logistik secara nasional mencapai volume leasing hampir 60 juta kaki persegi rekor baru yang menegaskan posisi kuat sektor ini dalam ekonomi modern. Pertumbuhan ini didorong oleh aktivitas e‑commerce, manufaktur, serta layanan logistik pihak ketiga (3PL) yang terus meningkat.

E‑Commerce Jadi Mesin Pendorong Utama

Boom e‑commerce telah mendorong kebutuhan gudang distribusi, fulfillment center, dan ruang logistik lainnya lebih tinggi dari sebelumnya. Laporan industri memperkirakan bahwa setiap peningkatan penjualan e‑commerce sebesar $1 miliar akan membutuhkan lebih dari 1,25 juta kaki persegi ruang gudang tambahan. Dengan penetrasi e‑commerce yang semakin naik sebagai bagian dari total penjualan ritel, kebutuhan space logistik menjadi fundamental bagi pertumbuhan ekonomi digital.

Para pelaku ritel digital kini jauh lebih membutuhkan lokasi penyimpanan yang efisien dan dekat dengan konsumen untuk memenuhi permintaan last‑mile delivery dan pengiriman cepat. Akibatnya, permintaan big‑box warehouse dan fasilitas logistik telah meningkat signifikan, terutama di daerah dengan konektivitas transportasi kuat dan infrastruktur modern. Uni Eropa, Asia‑Pasifik, dan Amerika Utara tercatat mengalami dinamika serupa, di mana landlord properti industri melihat permintaan kuat dari penyewa e‑commerce yang bersaing mendapatkan space terbaik di pasar.

Keuntungan Emiten Properti dari Tren Ini

Emiten properti yang fokus pada kawasan industri, pergudangan logistik, dan properti komersial premium kini berada di garis depan mendapatkan manfaat dari tren ini. Dengan ruang pergudangan yang semakin langka di lokasi strategis, nilai sewa premium cenderung naik, terutama untuk fasilitas berteknologi tinggi yang mendukung operasi otomatisasi, robotik, dan sistem penyimpanan canggih.

Investor dan analis pasar juga mencatat bahwa permintaan tinggi telah menciptakan potensi kenaikan nilai aset jangka panjang bagi emiten properti yang memegang portofolio logistik. Properti komersial premium termasuk ruang industri berkelas A dan fasilitas distribusi besar semakin menarik investor institusional karena kemampuan mereka menghasilkan arus kas stabil dan pertumbuhan sewa di tengah permintaan e‑commerce yang tak terbendung.

Beberapa emiten property besar menyesuaikan strategi bisnisnya untuk fokus pada sektor ini, tidak hanya membangun gudang secara tradisional, tetapi juga logistics parks, distribution hubs, dan fasilitas last‑mile yang terintegrasi dengan baik ke jaringan transportasi utama. Langkah strategis ini telah memperkuat posisi mereka di pasar serta membukukan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, bahkan di masa ketika beberapa segmen properti lain mengalami stagnasi.

Permintaan Global dan Tren Masa Depan

Permintaan ruang logistik dan warehouse tidak terbatas hanya di satu wilayah. Asia Tenggara, khususnya pasar seperti Indonesia, Vietnam, dan India, menunjukkan tren pertumbuhan kuat karena e‑commerce di kawasan ini meledak seiring meningkatnya penggunaan digital dan kepercayaan konsumen terhadap belanja online. Di wilayah Asia Pacific saja, kebutuhan tempat distribusi dan pergudangan meningkat tajam seiring perusahaan e‑commerce ekspansi bisnis mereka.

Proyeksi jangka panjang juga mengindikasikan bahwa kebutuhan ruang logistik global bisa terus tumbuh, dengan permintaan tambahan ratusan juta kaki persegi ruang baru diperlukan untuk mendukung penjualan digital yang terus meningkat hingga 2030. Para analis memprediksi bahwa e‑commerce akan mencapai hingga 30% dari total penjualan ritel di beberapa negara maju dalam beberapa tahun mendatang, yang secara langsung mendorong kebutuhan ruang distribusi tambahan yang besar.

Selain itu, permintaan pasar yang kuat telah mendorong pengembang untuk fokus pada fasilitas bergaya modern yang mendukung otomatisasi, teknologi last‑mile, serta infrastruktur pintar yang sesuai dengan kebutuhan logistik masa depan menjadikan sektor ini semakin menarik bagi investor global.

Tantangan dan Peluang Investor

Meskipun prospek industri logistik tampak menjanjikan, tantangan seperti kenaikan biaya tanah, kebutuhan modal besar untuk pembangunan fasilitas kelas premium, serta persaingan antar pengembang tetap perlu diperhatikan. Namun secara keseluruhan, momentum e‑commerce yang terus tumbuh memberikan peluang jangka panjang yang kuat bagi emiten properti yang berani berinovasi dan berinvestasi dalam segmentasi ini.

Ledakan e‑commerce tidak hanya mengubah pola konsumsi global, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap sektor properti. Dengan permintaan gudang dan fasilitas logistik yang terus meningkat, emiten properti kini berada di posisi kuat untuk meraih keuntungan besar melalui investasi di warehouse, logistik, serta properti komersial premium yang mendukung ekosistem digital modern. Di 2026 dan seterusnya, tren ini diperkirakan akan terus memperkuat posisi properti industri sebagai salah satu segmen paling menarik di pasar global.