Pasarnarasi.com – Investor legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali menarik perhatian pelaku pasar modal menjelang awal tahun 2026 dengan berbagi strategi investasi saham pilihan yang ia yakini memiliki prospek kuat untuk memberikan keuntungan jangka panjang. Di tengah kondisi pasar yang masih dinamis, pandangan dan langkah Pak Lo sapaan akrabnya tetap menjadi referensi penting bagi para investor ritel dan institusional.
Fokus Sektor yang Dijagokan di Tahun 2026
Dalam sejumlah perbincangan dan wawancara terbaru, Lo Kheng Hong menekankan bahwa memilih sektor usaha dengan fundamental kuat menjadi kunci dalam menyusun portofolio saham 2026. Ia mengidentifikasi tiga sektor utama yang layak diperhatikan, yakni:
- Perbankan, Sebagai tulang punggung sektor finansial domestik, bank-bank besar dinilai memiliki stabilitas pendapatan yang kuat serta potensi kenaikan laba seiring pemulihan ekonomi.
- Energi batubara, Meski menghadapi tantangan global, permintaan energi masih menjadi kebutuhan primer, sehingga emiten batubara masih menarik bagi investor jangka panjang.
- Perkebunan kelapa sawit, Indonesia sebagai produsen utama di dunia dinilai masih punya peluang ekspor kuat dan daya tahan pasar komoditasnya.
Pak Lo mengingatkan bahwa memilih sektor bukan sekadar ikut tren semata, tetapi harus didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat, manajemen yang solid, dan posisi kompetitif di industri.
Strategi Investasi, Rasional & Jangka Panjang
Dalam sejumlah seminar dan forum investasi, termasuk acara bersama Universitas Nasional akhir tahun lalu, Lo Kheng Hong memaparkan prinsip dasar value investing yang tetap ia pegang teguh. Strategi ini fokus pada pembelian saham yang dinilai undervalued atau dihargai lebih rendah dari nilai intrinsiknya, lalu menahan saham tersebut sampai nilai fundamentalnya tercermin di harga pasar.
Menurut Pak Lo, investor tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi musiman pasar. Justru, kondisi pasar yang tertekan secara musiman sering membuka peluang bagi investor yang berpikiran jangka panjang untuk membeli saham berkualitas dengan harga lebih murah, yang pada akhirnya bisa memberikan potensi keuntungan substansial di masa depan.
Prinsip ini sejalan dengan filosofi value investing yang menekankan:
- Margin of safety, memberi ruang aman antara harga beli dan nilai intrinsik saham.
- Kesabaran, menunggu harga saham mencerminkan nilai fundamental jangka panjang yang sebenarnya.
- Fokus pada fundamental dan bukan spekulasi jangka pendek.
Contoh Saham & Portofolio yang Menarik
Selain rekomendasi sektoral, data pasar menunjukkan bahwa Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham di sejumlah emiten yang dinilai memiliki valuasi menarik. Salah satu contohnya adalah Bank Danamon (BDMN), di mana Pak Lo tercatat sebagai salah satu pemegang saham individu terbesar meskipun harga saham sedang bergerak relatif rendah. Langkah ini menunjukkan keyakinannya bahwa saham dengan valuasi menarik bisa memberikan hasil positif jika didukung oleh fundamental yang solid.
Data juga mengungkapkan keterlibatan Pak Lo di saham seperti BBRI, yang mencatat kenaikan harga terdorong oleh sentimen dividen besar dan akumulasi investor yang kuat. Kinerja saham sektor perbankan seperti ini sering menjadi sorotan, karena biasanya pendapatan dan laba perusahaan perbankan menunjukkan tren yang relatif stabil.
Peluang & Risiko di 2026
Menjelang 2026, pasar modal Indonesia diprediksi memasuki fase pertumbuhan yang lebih stabil seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik dan kebijakan moneter yang relatif kondusif. Lo Kheng Hong menekankan bahwa ketidakpastian pasar jangan dijadikan alasan untuk panik, tetapi sebagai kesempatan untuk memilih saham berkualitas di harga menarik dan memperkuat portofolio di waktu yang tepat.
Namun ia juga mengingatkan bahwa investasi saham bukan tanpa risiko. Fluktuasi harga, sentimen global, hingga perubahan kebijakan fiskal dan moneter tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Strategi jangka panjang dan analisis fundamental yang matang tetap menjadi panduan utama dalam menghadapi volatilitas pasar.
Kesimpulan, Strategi Cerdas untuk Investor 2026
Pandangan Lo Kheng Hong tentang pilihan saham di tahun 2026 menekankan kombinasi antara:
- analisis fundamental yang kuat,
- pandangan jangka panjang, dan
- ketenangan dalam menghadapi dinamika pasar.
Dengan menggabungkan ketiganya, investor diharapkan tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memilih saham secara rasional yang memberi peluang keuntungan lebih besar dan risiko lebih terkendali.
Ekspektasi untuk pasar modal Indonesia 2026 tetap positif jika investor mampu mengadopsi prinsip investasi yang disiplin dan memanfaatkan potensi sektor‑sektor unggulan yang telah diidentifikasi.
