Stella Dorong Penguatan Ketahanan Nasional Lewat Sains dan Teknologi

Stella Dorong Penguatan Ketahanan Nasional Lewat Sains dan Teknologi

Pasarnarasi.comDi tengah tantangan global yang semakin kompleks, penguatan ketahanan nasional kini semakin ditopang oleh kemampuan sains, teknologi, dan inovasi. Hal ini menjadi sorotan utama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, yang secara konsisten mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai fondasi strategis untuk masa depan bangsa.

Dalam berbagai kesempatan, Stella menekankan bahwa inovasi bukan sekadar wacana, tetapi merupakan motor pertumbuhan ekonomi dan kekuatan strategis bangsa. Ia mengingatkan bahwa tanpa inovasi, Indonesia tidak akan mampu mencapai pertumbuhan dan kemandirian di era persaingan teknologi global.

“Tanpa inovasi, kita tidak akan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi,” ujar Stella pada gelaran Antara Business Forum di Jakarta akhir November 2025, sambil menggarisbawahi pentingnya pembangunan ekosistem riset yang kuat.

Sains dan Teknologi sebagai Kunci Ketahanan Nasional

Salah satu langkah strategis dalam penguatan sains dan teknologi adalah melalui pembentukan kampus sebagai pusat riset dan inovasi. Stella menegaskan visi ini saat menghadiri pemaparan riset unggulan di Universitas Mataram, di mana ia meyakinkan mitra internasional bahwa Indonesia siap berbenah. Perguruan tinggi dipandang sebagai pilar utama dalam melahirkan inovasi yang berdampak pada pembangunan lokal dan nasional, serta penguatan kapasitas teknologi di bidang strategis seperti ekonomi maritim dan blue economy.

Dorongan Stella sejalan dengan agenda pemerintah yang lebih luas, khususnya program Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025. Acara ini menjadi ruang kolaboratif untuk mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, dan komunitas riset dalam mempercepat transformasi teknologi nasional. Presiden Republik Indonesia sendiri hadir dalam KSTI 2025 dan menekankan peran sains dan teknologi sebagai ‘senjata perjuangan bangsa’ untuk mencapai kemajuan strategis dan kemandirian nasional.

KSTI 2025 mengusung tema ‘Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi’ dan menghasilkan peta jalan riset berfokus pada sektor-sektor strategis seperti energi, digitalisasi, kesehatan, pangan, maritim, material maju, serta pertahanan dan keamanan semua aspek krusial bagi ketahanan nasional.

Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Akademik

Kolaborasi menjadi kata kunci dalam strategi Stella. Salah satunya terlihat dalam kerja sama Kemendiktisaintek dengan PT PLN untuk riset dan pengembangan teknologi ketenagalistrikan. Nota kesepahaman ini menegaskan peran sektor energi sebagai bagian penting dari infrastruktur nasional yang berdaya saing tinggi.

Selain itu, KSTI 2025 juga menjadi ajang bagi perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkenalkan terobosan teknologi serta memperkuat keterlibatan sektor industri dalam mengkomersialkan hasil riset. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat hilirisasi produk berbasis sains dan memperkuat basis inovasi nasional.

Mendorong Talenta dan SDM Unggul

Stella juga aktif mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari revolusi sains dan teknologi nasional. Dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru di Universitas Negeri Malang, ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam riset sejak awal masa kuliah. Menurutnya, keterampilan abad 21 seperti critical thinking, problem solving, dan kemampuan berbasis AI dan big data harus diasah sejak dini agar generasi baru siap menghadapi tantangan global.

Pemerataan akses pendidikan tinggi dan dukungan terhadap sumber daya manusia mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh wilayah Indonesia dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui sains dan teknologi.

Inovasi sebagai Investasi Bangsa

Dari lebih luasnya dukungan riset hingga kolaborasi industri-akademik, Stella terus menegaskan bahwa riset bukan sekadar biaya, melainkan investasi jangka panjang yang mampu membuka peluang ekonomi dan teknologi baru. Contohnya, pemanfaatan komoditas lokal seperti daun nilam dan rumput laut yang dibawa ke panggung ekspor menunjukkan bagaimana riset bisa berdampak langsung pada ekonomi rakyat.

Upaya Stella dalam mendorong penguatan ketahanan nasional melalui sains, teknologi, dan inovasi menunjukkan arah strategis Indonesia menuju kemandirian ilmu pengetahuan dan daya saing global. Dengan dukungan perguruan tinggi, sinergi antar sektor, serta semangat generasi muda, Indonesia semakin siap menghadapi perubahan zaman dan mengukir masa depan yang lebih kuat dan maju.